ASPIRASISULSEL.ID, JENEPONTO – Ratusan masyarakat dari desaKareloe Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor bupati Jeneponto.
Aksi tersebut merupakan aksi penolakan terkait wacana pembangunan batalyon di dalam wilayah desa kareloe.
Koordinasi aksi Nurul Imam Rahman mengatakan bahwa perencanaan pembangunan batalyon ditolak karena dibangun di atas lahan masyarakat yang sudah digarap selama puluhan tahun.
“Pada intinya masyarakat desa kareloe menolak wacana pembangunan batalyon di desa kareloe,” Ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, jika sampai terjadi pembangunan batalyon di desa tersebut maka akan berdampak kepada hasil pertanian dan ekonomi masyarakat.
Masyarakat yang tergabung dalam aksi solidaritas masyarakat desa kareloe melawan dengan menyatakan sikap menolak keras dan menuntut pembatalan rencana pembangunan batalyon.
Jika sampai terjadi pembangunan batalyon maka berpotensi mengancam keberlangsungan hidup masyarakat yang ada di desa kareloe.
Adapun alasan dan dasar masyarakat menolak pembangunan batalyon karena lahan tersebut merupakan lahan pertanian masyarakat yang sudah lama digarap.
“Karena wilayah yang direncanakan untuk pembangunan batalyon tersebut adalah lahan pertanian produktif yang menjadi tumpuan ekonomi dan pemenuhan pangan masyarakat,” ungkapnya.
Pembangunan batalyon sudah dapat dipastikan akan mengalihfungsukan lahan dan akan mematikan mata pencaharian masyarakat. Selain itu akan menimbulkan potensi konflik dan kerusakan lingkungan.
“Pembangunan skala besar di kawasan tersebut akan merusak ekosistem dan berpotensi krisis lingkungan serta berisiko menciptakan konflik agrarian antara masyarakat dan institusi,” katanya.
Kegiatan pembangunan batalyon juga dianggap tidak berkesusaian kebutuhan masyarakat. Masyarakat desa kareloe hanya membutuhkan kenyamanan saat bekerja dan jaminan kesehatan serta pendidikan gratis.
“Masyarakat setempat lebih membutuhkan fasilitas penunjang kesejahteraan sipil seperti infrastruktur pendidikan kesehatan dan jalan, bukannya batalyon,” tutupnya. (*).














