ASPIRASISULSEL.ID, GOWA — Pemandangan berbeda terlihat di depan Kantor Bupati Gowa, Jalan Masjid Raya, Kecamatan Somba Opu. Puluhan karangan bunga berjejer di sepanjang area kantor bupati. Karangan bunga itu datang silih berganti sebagai bentuk dukungan kepada Bupati Gowa.
Karangan bunga tersebut dikirim oleh pihak yang tidak diketahui identitasnya. Isi pesan di dalamnya pada umumnya menyampaikan dukungan terhadap Bupati Gowa dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Fenomena ini muncul pasca terjadinya aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Bupati Gowa. Namun di balik banyaknya karangan bunga dukungan, kondisi gedung kantor bupati masih menyisakan sejumlah persoalan.
Sejumlah dinding dan bagian gedung terlihat dipenuhi coretan. Coretan itu diduga merupakan vandalisme yang dilakukan oleh massa aksi. Hingga saat ini coretan tersebut masih terlihat di sejumlah titik dan menjadi jejak dari aksi unjuk rasa yang sebelumnya berlangsung.
Pernyataan Kuasa Hukum
Kuasa Hukum Bupati Gowa, Adhi Bintang menilai dukungan masyarakat melalui karangan bunga merupakan cara yang lebih positif dan patut dicontoh.
“Dukungan masyarakat melalui karangan bunga dinilai lebih positif dan patut dicontoh. Penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan secara damai, tanpa merusak fasilitas pemerintah, ” kata Adhi Bintang, Kamis (27/8/2026).
Karangan bunga menjadi simbol dukungan dari pihak yang tidak diketahui, sementara coretan di dinding gedung menjadi jejak dari aksi unjuk rasa. Dua gambaran ini menunjukkan dua cara berbeda dalam menyampaikan sikap dan aspirasi di tengah dinamika pemerintahan Kabupaten Gowa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut terkait rencana pembersihan coretan di gedung Kantor Bupati Gowa.
Reporter : Luthfi
Editor : Nas.














