Iklan Layanan Kabupaten Gowa
Berita  

Praktisi Pers UINAM, Haidir Fitra Siagian Nyatakan Prihatin Atas Hilangnya 5 Jurnalis Saat Meliput Anak Krakatau

ASPIRASISULSEL.ID, MAKASSAR – Menyusul hilangnya 5 orang jurnalis dan 3 kru kapal yang belum ditemukan hingga saat ini, kala meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin, 7 September 2026 hingga berita ini naik cetak,  salah satu dosen Jurusan Jurnalistik UIN Alauddin Makassar, Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., PhD menyatakan keprihatinanya dan menyampaikan tiga hal  terkait peristiwa tersebut.

Ditemui di Makassar, Senin 21 September 2026,  dirinya menilai  sebagai para wartawan tersebut telah menjalankan tugasnya sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdiannya kepada masyarakat dalam menyebarkan informasi.

“Para jurnalis bersama kapten dan awak kapal tersebut sedang menjalankan tugas untuk mencari dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Pekerjaan itu merupakan bentuk tanggung jawab dan pengabdian kepada kepentingan publik.” Ujar Haidir Fitra.

Meski menghadapi kondisi alam yang tidak menentu, sambung dosen yang juga pengurus PWM Sulawesi Selatan itu, tetapi karena tugas yang di emban kepadanya, para wartawan tersebut siap menghadapi risiko keselamatan.

“Mereka tetap menjalankan tugas di lapangan meskipun harus menghadapi kondisi alam dan risiko keselamatan. Dalam pandangan Islam, setiap pekerjaan yang dilakukan dengan niat baik, jujur, dan memberikan manfaat bagi orang lain memiliki nilai kebaikan.” Jelasnya.

Dirinya pun berharap semoga para Jurnalis tersebut dapat ditemukan dan berkumpul kembali dengan keluarganya, “ Sebagai sesama insan pers dan akademisi, kita turut prihatin dan bersimpati atas musibah yang mereka alami. Kita mendoakan keselamatan mereka dan berharap Allah memberikan pertolongan kepadanya.“ harap dosen jurusan Jurnalistik dan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar ini.

Soal Syahid atau tidak, sambung FItrah, hal itu merupakan  ketetapan dari Allah SWT, “ Kita juga tidak perlu memastikan sendiri apakah mereka syahid, karena hal tersebut merupakan hak Allah. Yang terpenting adalah menghargai pengabdian mereka dalam menjalankan tugas untuk kepentingan masyarakat.” Tandasnya. (Agus).