Iklan Layanan Kabupaten Gowa
Berita  

Meski dicemooh, Pengusaha Bajeng Ria Effendi Tetap Peduli Persoalan Sampah di Gowa

ASPIRASISULSEL.ID, GOWA — Niat tulus membantu mengangkut tumpukan sampah yang menutup jalan di Kabupaten Gowa justru berbalas cemoohan dan penolakan. Meski ada yang menyebutnya “pahlawan kesiangan”, Ria Effendi, Pengusaha asal Bajeng, tetap teguh pada pendiriannya dan tidak berhenti berbuat baik demi warga.

“Saya tidak ambil hati. Dibilang pahlawan kesiangan, pahlawan kemalaman, saya tidak peduli. Allah tahu niat saya, tulus membantu masyarakat,” ujar Ria Effendi, kepada wartawan, Kamis (24/9/2026)

Selama tiga hari terakhir, kendaraannya berangkat sejak pukul 07.00 pagi dan baru berhenti hingga malam tiba, kadang bahkan tanpa sempat makan terlebih dahulu. Ia membersihkan tumpukan sampah di berbagai titik di Kabupaten Gowa.

Awalnya dikerahkan 22 unit lengkap dengan alat berat, jumlah itu pun perlahan berkurang seiring semakin menipisnya tumpukan sampah yang berhasil diangkut.

Namun kesulitan berat muncul saat hendak menuju lokasi pembuangan. Jembatan akses ternyata sudah dirusak, padahal dulu ia sendiri yang mengeluarkan biaya untuk membangun jalan tersebut.

“Siapa yang tidak sedih? Jalan yang dulu saya biayai, sekarang dibongkar. Saya tidak tahu siapa yang melakukannya, malam hari di situ kejadiannya,” ungkap Ria Effendi dengan nada sedih.

Ia menceritakan anak dan supirnya yang berada di lokasi menelepon melaporkan hal tersebut. Karena sudah terlanjur masuk ke area itu, mereka tidak bisa berbalik arah. Akhirnya para supir bekerja sama memperbaiki jembatan itu sendiri, hingga baru bisa melintas sekitar pukul 23.00 malam.

“Kami gotong royong perbaiki jembatan itu demi bisa melanjutkan tugas. Saya katakan kepada mereka, insya Allah ini berkah,” terangnya.

Kini, namanya justru dilaporkan ke pihak berwenang dengan tuduhan pencemaran lingkungan dan melakukan kegiatan tanpa izin.

Ria Effendi menegaskan siap bertemu langsung dengan pelapor di lokasi untuk membuktikan kebenaran. Lokasi yang diusulkannya untuk pembuangan sampah jauh dari pemukiman warga, berbeda dengan akses TPA yang digunakan saat ini yang justru melewati dekat rumah warga.

“Ini keadaan darurat. Sampah sudah menutup jalan, menghalangi lalu lintas. Ibarat orang mau melahirkan, harus ditolong. Apa benar ada izin yang lebih penting daripada menyelamatkan lingkungan dan ketertiban warga?” tanyanya.

Ia juga menegaskan tidak memaksakan kehendak dan tidak ingin merugikan siapa pun.

“Saya tidak pernah meminta apa-apa. Harta tidak berguna jika tidak bermanfaat bagi orang banyak. Selama saya masih mampu dan dibutuhkan warga Gowa, saya akan terus membantu. Biarkan orang bicara apa saja, Allah yang tahu niat di hati,” pungkasnya. (Yan)