ASPIRASISULSEL.ID, MAKASSAR – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Indonesia Timur (UIT) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat penerima Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Tahun 2026, Rabu, 26 Agustus 2026.
Monev dilaksanakan untuk memastikan program pengabdian berjalan sesuai rencana, mencapai luaran yang ditargetkan, memberikan manfaat nyata kepada mitra, serta memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Berdasarkan berita acara Monev, terdapat empat program pengabdian kepada masyarakat yang dimonitor dan dievaluasi.
Empat program tersebut terbagi dalam dua skema hibah, yakni Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sebanyak tiga program dan Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) sebanyak satu program.
Pada Skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM), tiga tim pelaksana masing-masing diketuai oleh Irmah Halimah Bachtiar, S.E., M.Si., Dr. Mardia, SP., M.Si., dan Dr. Harlina, SP., M.Si. Sementara itu, pada Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP), program diketuai oleh Wahyullah, S.Hut., M.Si.
Pelaksanaan Monev menghadirkan dua reviewer, yaitu Prof. Dr. Hasanuddin Remmang, S.E., M.Si. dan Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si. Kegiatan Monev dipandu oleh Dr. Andi Atrianingsi, M.Si, sehingga proses pemaparan kemajuan, evaluasi capaian, dan penyampaian masukan dari reviewer kepada masing-masing tim dapat berlangsung secara terarah.
Kepala LPPM Universitas Indonesia Timur, Dr. Nismawati, S.Si., M.Kes., mengatakan Monev menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelaksanaan program pengabdian sekaligus memastikan hibah yang diperoleh dosen menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Monev tidak hanya melihat ketercapaian kegiatan dan luaran, tetapi juga memastikan inovasi yang diberikan benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat bagi mitra. LPPM UIT mendorong setiap tim agar program pengabdian tidak berhenti setelah periode hibah berakhir, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan dan potensi masyarakat,” ujar Nismawati.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UIT, Dewi Isnaeni, S.Si., M.Kes., menyampaikan rasa syukur atas komitmen seluruh tim penerima hibah dalam menjalankan program dan memenuhi tahapan pelaporan sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Kami bersyukur seluruh tim telah melaksanakan program dengan baik dan dapat menyampaikan laporan kemajuan tepat waktu. Hal ini menunjukkan komitmen dan tanggung jawab para ketua beserta anggota tim dalam memenuhi tahapan pelaksanaan Hibah DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026. Kami berharap capaian ini terus dipertahankan hingga seluruh kegiatan dan luaran program dapat diselesaikan dengan optimal,” kata Dewi Isnaeni.
Pada Skema PKM, Irmah Halimah Bachtiar, S.E., M.Si. mengusung program “Implementasi INAPU: Strategi Peningkatan Produktivitas Melalui Inovasi dan Pengembangan Produk Olahan Gula Semut pada Usaha Bukit Rimba Berkah Kota Makassar.” Program PKM berikutnya diketuai Dr. Mardia, SP., M.Si. melalui kegiatan “Transformasi Pemberdayaan Masyarakat Pengolah Rumput Laut Melalui Peningkatan Mutu dan Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Potensi Lokal di Kota Makassar.”
Sementara itu, Dr. Harlina, SP., M.Si. melaksanakan PKM bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Budidaya Bandeng Melalui Penerapan Teknologi Pengolahan Mandiri Berbasis Maggot BSF dari Limbah Penggilingan Bakso.” Pada Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP), Wahyullah, S.Hut., M.Si. mengembangkan program “Peningkatan Inovasi Petani Kecil Melalui Teknik Sanitasi dan Pemanfaatan Biomassa Agroforestry Kakao.”
Secara keseluruhan, hasil Monev memperlihatkan bahwa program pengabdian penerima Hibah DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026 di Universitas Indonesia Timur telah diarahkan pada penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat mitra. Program mencakup pengembangan produk olahan gula semut, diversifikasi produk rumput laut, teknologi pakan mandiri berbasis maggot BSF untuk budidaya bandeng, serta sanitasi dan pemanfaatan biomassa pada agroforestri kakao. Melalui Monev tersebut.
LPPM Universitas Indonesia Timur berkomitmen memperkuat tata kelola program pengabdian kepada masyarakat, menjaga ketercapaian luaran, serta mendorong keberlanjutan inovasi dosen agar memberikan dampak yang semakin luas terhadap produktivitas dan kemandirian masyarakat mitra.
(Humas UIT/ Beddu Lahi, Dewi Isnaini).














