Iklan Layanan Kabupaten Gowa
Berita  

KAMRI Soroti Maraknya Galian C dan Potensi Kebocoran BBM Bersubsidi di Maros

ASPIRASISULSEL.ID, MAROS – Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) melontarkan kritik keras terkait dugaan maraknya aktivitas pertambangan galian C berupa tanah dan material gunung di Kabupaten Maros. Aktivitas ini dinilai tidak hanya memicu kerusakan lingkungan dan meresahkan warga, tetapi juga berpotensi melibatkan penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk operasional alat berat. Kamis (17/09/2026).

Ketua Umum KAMRI, Suwandi, mengungkapkan bahwa investigasi awal timnya menemukan setidaknya enam titik aktivitas tambang yang beroperasi dalam waktu kurang dari tiga jam. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di kawasan Karst Bontolempangan (Kecamatan Bontoa), Moncongloe, Pattontongang, Simbang, Tompobulu, dan sekitarnya.

” Ini bukan lagi persoalan satu-dua titik. Alat berat bekerja, armada lalu-lalang, material diangkut melalui jalan umum, sementara masyarakat harus berhadapan dengan debu, tanah berceceran, dan risiko keselamatan,” ujar Suwandi.

KAMRI menyoroti sejumlah poin utama dari maraknya aktivitas tambang galian C ini :

Absennya Transparansi Legalitas : Di lokasi pemantauan, belum ditemukan papan informasi izin resmi seperti IUP Operasi Produksi maupun dokumen lingkungan yang terbuka untuk publik.

Dampak Lingkungan dan Jalan Publik : Mobilisasi angkutan berkapasitas besar diduga melebihi tonase jalan, memicu bahaya jalanan licin/berdebu, serta minimnya upaya pemulihan atau reklamasi lahan pascaeksploitasi.

Dugaan Kebocoran BBM Bersubsidi : KAMRI meminta aparat mendalami sumber bahan bakar alat berat dan armada tambang. Intensitas operasional tinggi dinilai tidak sejalan dengan situasi antrean warga di SPBU jika terdapat indikasi pengalihan BBM bersubsidi.

Atas temuan tersebut, KAMRI mendesak pemerintah daerah, instansi teknis pertambangan, dan aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan terpadu di lapangan. Penindakan diharapkan menyasar hingga ke tingkat hulu dan jaringan penyokong, bukan sekadar operator di lapangan.

Sebagai langkah konkrit pengawalan isu lingkungan dan hak publik ini, KAMRI memastikan akan menggelar aksi demonstrasi serta mendatangi instansi berwenang dalam waktu dekat. (Luthfi).