ASPIRASISULSEL.ID, MAKASSAR – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, khususnya di tingkat daerah. Di Kota Makassar, UMKM kuliner menjadi salah satu sektor yang paling banyak diminati oleh masyarakat sebagai sumber mata pencaharian. Namun demikian, tidak sedikit pelaku UMKM yang masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan usaha, terutama dalam aspek pemasaran dan pencatatan keuangan yang terstruktur.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kelompok 7 Universitas Ciputra Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui pendampingan langsung kepada salah satu UMKM kuliner di Kecamatan Bontoala, yakni Warung Rezeki yang dimiliki oleh Ibu Susanti. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2026 bertempat di Jalan Lamputang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, di bawah bimbingan Dosen Pendamping Ibu Fia Fauzia Burhanuddin, B.Bus., M.Ak.
Warung Rezeki merupakan usaha kuliner rumahan yang berlokasi di Jalan Lamputang, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, dan dikelola langsung oleh Ibu Susanti bersama keluarganya. Warung ini menyajikan berbagai menu makanan dan minuman khas yang terjangkau, antara lain bakso campur, bakso telur, nasi goreng merah/putih, nasi goreng kecap, nasi goreng bakso, nasi goreng sayur, mie ayam pangsit, mie ayam bakso, es teh, dan es jeruk.
Meskipun telah beroperasi dan memiliki pelanggan setia di sekitar lokasi, Warung Rezeki masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam hal pengelolaan usaha secara modern. Pencatatan keuangan masih dilakukan secara sederhana dan belum menggunakan sistem yang terstruktur, serta strategi pemasaran yang digunakan masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut. Kondisi inilah yang menjadi dasar pemilihan Warung Rezeki sebagai mitra dalam kegiatan pendampingan UMKM ini.
Kegiatan pendampingan ini disambut dengan sangat antusias oleh Ibu Susanti selaku pemilik Warung Rezeki. Ia mengakui bahwa selama ini pengelolaan keuangan dilakukan secara sederhana tanpa pencatatan yang sistematis, sehingga sulit untuk mengetahui secara pasti keuntungan bersih yang diperoleh dari usahanya. Setelah mendapat pendampingan, Ibu Susanti menyatakan kesiapannya untuk mulai menerapkan sistem pencatatan keuangan yang telah diajarkan.
Di sisi pemasaran, Ibu Susanti antusias untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi Warung Rezeki. Diharapkan dengan strategi pemasaran yang lebih baik, jangkauan pelanggan Warung Rezeki dapat semakin luas, tidak hanya dari warga sekitar Kecamatan Bontoala, tetapi juga dari berbagai penjuru Kota Makassar. Kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam praktik nyata di lapangan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Kelompok 7 Universitas Ciputra Makassar ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pertumbuhan UMKM lokal. Melalui sinergi antara mahasiswa, dosen pendamping, dan pelaku usaha, diharapkan Warung Rezeki dapat berkembang menjadi usaha yang lebih modern, terkelola dengan baik, dan berdaya saing tinggi.
Kelompok 7 mengucapkan, terima kasih kepada Ibu Susanti atas kepercayaan dan sambutan yang hangat, serta kepada Ibu Fia Fauzia Burhanuddin, B.Bus., M.Ak. selaku Dosen Pendamping yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama pelaksanaan kegiatan ini.
Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan memberikan dampak positif bagi UMKM-UMKM lainnya di Kota Makassar. (*).














