Iklan Layanan Kabupaten Gowa
Berita  

HIMAPRODI S1 Kesmas FKM UIT Gelar Seminar HANI 2026, Dorong Generasi Muda Bersih Narkoba

ASPIRASISULSEL.ID, MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HIMAPRODI) S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Timur (Kesmas FKM UIT) menyelenggarakan seminar bertema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar (Bersih Narkoba)”. Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai 5 Gedung Kampus V FKM UIT, Jumat (26/6/2026).

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional yang jatuh setiap 26 Juni menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Melalui kegiatan ini, HIMAPRODI S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan narkoba melalui edukasi, literasi kesehatan, dan penguatan kesadaran generasi muda.

Seminar ini dihadiri oleh Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT, Rahma Sri Susanti, S.KM., M.Kes., yang hadir mewakili Dekan FKM UIT; Pembina HIMAPRODI S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT, Nismawati, S.Si., M.Kes. para dosen; serta mahasiswa dari berbagai jurusan.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu Surya Sulistiawati, S.Psi., M.Psi. penyuluh Narkoba Ahli Muda Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan (BNNP Sulsel) dan Ahmad, S.H Kaorbinops Satresnarkoba Polrestabes Makassar. Keduanya memaparkan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, strategi pencegahan, aspek hukum, serta pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Indonesia Timur. Ketua Panitia, Dea Ananda, dalam laporannya menyampaikan latar belakang, tujuan, serta proses pelaksanaan kegiatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya seminar tersebut.

Sementara itu, Ketua HIMAPRODI S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT, Ursila Julia Saputri, dalam sambutannya menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, persoalan narkoba tidak hanya berkaitan dengan aspek hukum, tetapi juga merupakan tantangan kesehatan masyarakat dan sosial yang memerlukan keterlibatan semua pihak.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan dengan meningkatkan literasi, membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta berani menyuarakan penolakan terhadap penyalahgunaan narkoba.

“Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkoba, dimulai dari diri sendiri, lingkungan kampus, keluarga, hingga masyarakat luas,” ujarnya.

Ketua Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT, Rahma Sri Susanti, S.KM., M.Kes., yang mewakili Dekan FKM UIT, turut mengapresiasi inisiatif HIMAPRODI dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa seminar ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkotika membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan masyarakat. Mahasiswa sebagai insan akademik diharapkan mampu menjadi pelopor edukasi serta berkontribusi dalam membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari narkoba.

Dalam kesempatan tersebut, Rahma Sri Susanti secara resmi membuka Seminar Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026.

Jalannya seminar dipandu oleh moderator Suriati, S.KM., M.Kes. yang memfasilitasi penyampaian materi dan diskusi secara interaktif. Pada sesi pertama, Surya Sulistiawati, S.Psi., M.Psi. memaparkan materi mengenai kondisi penyalahgunaan narkotika, faktor risiko, serta dampaknya terhadap kesehatan fisik, mental, dan sosial. Ia juga menekankan pentingnya pencegahan melalui edukasi, penguatan ketahanan keluarga, dan kepedulian lingkungan.

Pada sesi berikutnya, Ahmad, S.H. menjelaskan aspek hukum penyalahgunaan narkotika, modus peredaran gelap narkoba, serta pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pemberantasan narkotika. Ia juga mengajak peserta untuk lebih peka terhadap indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar serta tidak ragu melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.

Seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bahaya narkotika, konsekuensi hukum penyalahgunaannya, serta strategi pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan piagam dan plakat penghargaan kepada para narasumber. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebelum ditutup secara resmi.

Melalui Seminar HANI 2026 ini, HIMAPRODI S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran, kepedulian, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

HIMAPRODI S1 Kesehatan Masyarakat FKM UIT juga menyampaikan apresiasi kepada BNNP Sulawesi Selatan dan Satresnarkoba Polrestabes Makassar atas dukungan, kerja sama, dan kesediaannya berbagi pengetahuan kepada para peserta. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, tangguh, dan bebas dari narkoba.

(Humas UIT/ Beddu Lahi, Rahma Sri Susanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *