Iklan Layanan Kabupaten Gowa
Berita  

Ketua Umum Sulawesi Bersatu, Sambut Kunjungan Ketua BNM Sulsel

GOWA – Dalam rangka ikut serta menjalin keakraban dan silaturrahmi, Ketua Brantas Narkotika Maksiat (BNM) Sulawesi Selatan, Hamka Hamid, bertemu dan melakukan diskusi santai bersama Ketua Umum Sulawesi Bersatu, Harianto Karaeng Tinggi, di Sekretariat DPP Sulawesi Bersatu, Katangka Kabupaten Gowa, Jumat (19/6/2026), pagi.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi ajang bertukar gagasan mengenai pentingnya membangun sumber daya manusia, memperkuat kepedulian sosial, serta menjaga semangat persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua BNM Sulsel, Hamka Hamid menyampaikan apresiasi atas perkembangan Sulawesi Bersatu yang dalam waktu relatif singkat mampu menghimpun anggota dari berbagai latar belakang, bahkan hingga di luar Pulau Sulawesi.

Menurut Hamka, capaian tersebut bukan sekadar pertumbuhan sebuah organisasi, melainkan menunjukkan bahwa semangat persatuan dan persaudaraan masih memiliki tempat di hati masyarakat.

“Di saat banyak orang mengeluhkan perpecahan dan perbedaan, Sulawesi Bersatu justru hadir membawa semangat untuk mempertemukan dan menyatukan,” puji Hamka.

Ia menilai keberhasilan Harianto Karaeng Tinggi merangkul berbagai elemen masyarakat dalam waktu yang relatif singkat patut diapresiasi. Sebab tidak mudah menghadirkan sebuah wadah yang mampu mempertemukan banyak orang dengan latar belakang yang beragam dalam satu semangat kebersamaan.

Dalam perbincangan tersebut, kedua pimpinan organisasi juga sepakat bahwa berbagai persoalan sosial yang dihadapi bangsa saat ini membutuhkan kolaborasi dan kepedulian bersama.

Tidak ada organisasi yang mampu berjalan sendiri, namun ketika energi positif masyarakat dipersatukan, banyak hal baik dapat diwujudkan untuk kepentingan generasi dan masa depan bangsa.

Bagi Ketua BNM Sulsel, apa yang sedang tumbuh dalam Sulawesi Bersatu menjadi pengingat bahwa bangsa ini sesungguhnya tidak kekurangan orang-orang baik. Yang dibutuhkan adalah ruang yang mampu mempertemukan mereka dalam tujuan yang sama.

“Persatuan tidak lahir karena semua orang sama. Persatuan lahir ketika perbedaan dipertemukan oleh tujuan yang lebih besar. Dan saya melihat semangat itu sedang tumbuh di Sulawesi Bersatu,” tandasnya. (Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *